Proyek Biologi Yang Sukses

Eddy dan saya tegang sekali ketika kami diundang untuk mempresentasikan proyek kami. Berhubung Eddy lebih mantap dalam berbicara dan tidak gugup, maka dia akan menjadi pembicara, sementara saya akan menjadi asistennya saja. Kami berdua agak gugup karena banyak orang yang menyaksikan kami. Entah kenapa, proyek kami memenangkan juara pertama, dan kami harus memperagakan penelitian kami di depan mereka. Anehnya, yang hadir di tempat itu adalah pria semua. Tempat pertemuannya pun tertutup, berlokasi di sebuah hotel terkenal.

“Baiklah, akan saya jelaskan tentang penelitian kami,” kata Eddy, berdiri di mimbar, sementara saya bersiap di sampingnya. Continue reading

Berawal dari Badminton

Cerita yang akan anda segera baca merupakan pengalaman yang benar-benar saya alami sendiri. Nama saya Joe umur saya 17 tahun (170/50). Sebenarnya banyak cewek yang bilang saya ganteng dan ingin saya menjadi pacar mereka, tetapi saya selalu

merasa enggan terhadap wanita. Hal ini baru kusadari mengapa..

 

Pada suatu sore, di lapangan badminton di salah satu klub olahraga di Jakarta. Saya sedang menunggu kakak perempun saya Eva(nama telah disamarkan), ia sedang menyelesaikan sesi terakhirnya dengan lawan tandingnya Lia(nama telah disamarkan). Saya di sana Continue reading

Seseorang dari majalah GN

Pada salah edisi majalah GN yang kubeli kulihat dikolom perkawanan kutemukan sebuah nama dengan identitas alamat rumah, nomor telepon dan juga nomor handphone sekalian. Maka timbul niatku yang memang suka iseng itu untuk menghubunginya, itung-itung juga nambah teman karena saat ini aku memang tinggal ditempat kost dan masih belum memiliki banyak teman yang mengerti akan isi hatiku ini, sehingga sore itu juga kucoba untuk menghubunginya lewat telepon umum yang ada didekat tempat kostku pada suatu sore dengan hujan rintik-rintik dan udara terasa dingin.

“Hallo,” aku memulai pembicaraan setelah beberapa kali nada panggil. Continue reading

Gairah guru bahasa

Sebut saja namaku Dian Prasetyo, umurku sekarang ini lebih kurang 23 tahun. Aku di lahirkan di kota Jambi, tanggal 28 desember 1980. Aku anak 1 (pertama) dari 3 bersaudara yaitu adikku yang kedua laki laki sedangkan adikku yang paling kecil perempuan. Banyak perbedaan sifat dan karakter di antara kami bertiga. Aku sendiri orangnya sangat kalem dan cendrung berdiam diri sehingga banyak teman temanku yang mengatakan susah untuk berkomunikasi dengan saya. Sedangkan adikku yang kedua orangnya pemalu dan bertindak sangat tegas dalam sesuatu hal, nah adikku yang cewek banyak orang bilang seperti burung nuri karena tak mulutnya selalu berkicau dan sangat ramah kepada siapapu sehingga banyak orang yang senang dan gemas melihatnya.

Continue reading

Service room boy di Bali

Aku baru saja olah raga pagi. Seperti biasa aku olahraga pagi hanya mengenakan kancut minim yang berfungsi sebagai jockstrap [supporter] yaitu pencegah kondor [burut, hernia].

Banyak kancut dan jockstrap yang disukai cowok homosex.Disainnya bagus, minim, maximum exposure dan berlabel [misalnya merk Calvin Klein].Sayang-nya di Indonesia tidak dipasarkan. Sehingga aku terpaksa pesan dari luar negeri untuk memuaskan nafsu homosex-ku mengenakan kancut-kancut minim -nyaris telanjang bulat! Jika mengenakan kancut minim aku merasa seperti tidak pakai apa-apa : telanjang!

Dengan kancut yang minim dan disain rendah itu, mau tak mau sebagian dari jembutku yang hitam dan tumbuh luas itu tampak Continue reading

Satpam bank yang menggoda

Namanya Jon Hutabarat, nama depannya kayak nama dari orang dari daerah barat. Tapi itu nama aslinya dan nempel di name tag seragam satpamnya yang ketat. Sebagai satpam bank, dia sedikit beda. Kalau satpam-satpam lain biasanya tinggi besar sedangkan dia sedikit pendek, aku rasa tingginya kurang dari 170 cm. Kulitnya putih banget dengan tangan yang berbulu tidak terlalu lebat.

 

Wajahnya ganteng dan cute tapi terlihat banget muka bataknya yang keras dengan bibir yang tidak terlalu tebal berwarna kemerahan. Cambangnya dibiarkan tumbuh dengan rambut yang cepak, kesannya dia laki-laki banget. Continue reading

Tubuh2 indah pekerja jembatan

Jembatan Way Arong di daerahku akan direnovasi dan itu berarti aku harus lewat memutar jika ingin berangkat kerja, itu berarti mulai hari ini. Setengah bersungut-sungut aku berangkat ke kantor dan kembali lagi ke rumah sore itu dengan perasaan dongkol. Bagaimana tidak, rumah sewaanku tepat diseberang kali kecil yang akan dibikin jembatan itu, rasanya tanggung sekali kalau harus memutar karena terlalu jauh belum lagi kalau malam hari pasti sepi karena tak ada orang yang akan lewat situ.

Setelah membuka pintu aku masuk ke dalam rumah, membuka baju, lalu Continue reading

Aku adalah gay

Beberapa hari setelah peristiwa sejati yang aku alami itu, jiwaku sangat terguncang dan goyah. Aku tidak tahu apa yang harus aku perbuat lagi. Aku sangat merasa berdosa dan menyesal telah melakukannya dan mengapa aku tidak tahan dengan godaan itu. Aku begitu larut di dalam situasinya sehingga aku tidak ingat lagi dengan apa kata hatiku. Terus terang, aku sebelumnya adalah seorang yang taat dengan norma agama dan aku tahu bahwa seks di luar nikah adalah pantang apalagi jika itu adalah seks sesama jenis.

 

Gejolak dalam hati saya kian hari kian membawa saya ke dalam pergulatan dan perdebatan antara hati nurani dengan apa yang telah menjadi kenyataan atas diriku. Hati nuraniku berkata “aku tidak ingin jadi gay” tapi aku sendiri tidak bisa memungkiri apa yang telah Continue reading

Gara2 Disket, aku ML dengan dosenku

Setelah dari warnet, hari itu aku ke kampus. Kuliah ekstensi-Filsafat, yang dulu menjadi pilihan keduaku ketika lulus SMA, setelah Teknik Sipil, akhirnya bisa kuambil.

“Hafidz..! Naah, kebetulan ketemu. Tinggal kamu yang belum mengumpulkan tugas syarat ujian. Tak tunggu sampai sore ini yaa!”

Tepukan di bahuku mengejutkanku di tengah sibuknya aku mengisi segala persyaratan ujian. Aahh, aab Saddam (begitu biasa saya menyebutnya karena selain asalnya dari Irak, kumisnya yang melintang menambah tepat julukan itu). Continue reading

Pengalaman pertama seorang sahabat

Di suatu tempat di Palembang, hiduplah sepasang sahabat karib. Johan dan Rudi sudah bersahabat sejak kecil. Seiring dengan berlalunya waktu, mereka tumbuh dewasa. Johan kehilangan Rudi saat Rudi memutuskan untuk bekerja di Bandung. Pada saat itu, umur mereka sudah genap 20 tahun. Meskipun mereka berteman akrab, namun Johan tidak pernah mengetahui rahasia terbesar Rudi. Rudi diam-diam memendam hasrat homoseksual pada Johan. Tapi celakanya, Johan 100% heteroseksual, sama sekali tidak pernah memikirkan ataupun membayangkan hubungan homoseksual. Johan sendiri merupakan cerminan dari figur seorang pria sejati yang jantan. Wajahnya nampak tangguh dan maskulin berkat Continue reading

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.