Service room boy di Bali

Aku baru saja olah raga pagi. Seperti biasa aku olahraga pagi hanya mengenakan kancut minim yang berfungsi sebagai jockstrap [supporter] yaitu pencegah kondor [burut, hernia].

Banyak kancut dan jockstrap yang disukai cowok homosex.Disainnya bagus, minim, maximum exposure dan berlabel [misalnya merk Calvin Klein].Sayang-nya di Indonesia tidak dipasarkan. Sehingga aku terpaksa pesan dari luar negeri untuk memuaskan nafsu homosex-ku mengenakan kancut-kancut minim -nyaris telanjang bulat! Jika mengenakan kancut minim aku merasa seperti tidak pakai apa-apa : telanjang!

Dengan kancut yang minim dan disain rendah itu, mau tak mau sebagian dari jembutku yang hitam dan tumbuh luas itu tampak sebagian dan seakan menyambung dengan pertumbuhan bulu-bulu halus yang ada di perutku!
Saat itu hari masih pukul 06:30. Karena sejak subuh gerimis, aku tidak jogging di luar, tapi hanya lari di tempat sekitar 30 menit dan aku juga baru saja push up dan sit up masing-masing 500 kali serta melatih jurus-jurus karate!Kalau mau aku juga bisa latihan beban di fitness center tapi tentu saja aku tidak bisa berpakaian minim nyaris telanjang bulat seperti di kamar hotel!

Dengan gerakan intens seperti itu, tubuhku jadi bercucuran keringat.Sekali-sekali aku melirik ke cermin.Dengan tubuh yang basah dan berkilat oleh keringat itu lekukan otot-otot di tubuhku jadi tampak makin nyata. Aku bangga dengan tubuhku yang ketat dan atletis itu!

Meskipun tubuhku bercucuran keringat Aku tidak mencium bau keringat atau bau ketiak, karena aku rajin menjaga kebersihan diriku dengan memakai medicated powder anti-bau buatan luar negeri! Aku memang tidak tahan bau yang tak sedap. Oleh karean itu walaupun aku cowok homosex, tapi aku tak suka pada cowok yang bau ketek meskipun dia ganteng!

Sambil memperhatikan tubuhku sendiri bagaikan seorang “narcist” [orang yang terangsang secara seksual pada bayangan tubuhnya sendiri di dalam cermin],aku juga sekali-sekali mengangkat kedua lenganku keatas untuk melihat kedua belah ketiak-ku. Aku lebih menyukai ketiakku bersih dari bulu ketek. Oleh sebab itu aku rajin mencabuti bulu ketek dan juga merapikan pertumbuhan jembut,agar kalau aku telanjang bulat tetap enak dilihat.

Sebagai seorang perwira militer yang bertugas di suatu pasukan elite[khusus] sebetulnya aku sudah memiliki segalanya : wajah yang tampan, tubuh yang atletis ketat berotot,kontol yang besar dan disunat ketat [high and tight],otak yang cerdas, gerakan yang terampil, kualifikasi penerjun dan komando dan banyak lagi lainnya. Kekuranganku hanya satu [kalau itu boleh dianggap kekurangan atau “kelemahan”], yaitu bahwa aku terlahir sebagai homosex tulen 100% dengan score-5 yang artinya tidak terpikat sedikit pun secara sexual pada lawan jenis!

Saat kejadian itu aku baru dua tahun bertugas sebagai perwira aktif. Sebagai perwira muda remaja tentu saja libidoku sedang dalam kondisi puncak dan sedang hot-hot-nya. Tak heran jika aku memerlukan penyaluran dan pelampiasan nafsu sex-ku. Sebagai homosex, tentu saja aku harus mencari partner sejenis dan di hotel bintang-5 banyak cowok ganteng!Kalau di Jakarta aku sering berburu cowok di hotel “M”.Di sana banyak satpam dan security officer yang kekar, ganteng dan berkulit terang, sehingga terkesan bersih!

Waktu itu aku menginap di sebuah hotel bintang-5 di Bali.Aku minta izin dari Komandan-ku untuk ke Bali dengan alasan mau menengok keluarga. Memang betul aku punya keluarga di Bali. Tapi untuk apa aku menengok mereka? Aku ke Bali untuk relax dan menenangkan pikiran! Aku tidak menyalahi aturan dan tidak melanggar disiplin militer,karena aku dapat izin dari Komandan dan kebetulan waktu itu ada libur panjang resmi [cuti bersama].

Meskipun sebagai perwira gajiku kecil [walaupun sudah ditambah ULP=Uang Lauk Pauk],tetapi karena aku masih mendapat uang saku dari orang tuaku yang lumayan kaya [ayah dan ibuku punya usaha], aku mampu untuk jalan-jalan ke Bali dan menginap di hotel bintang-5 [five star hotel].

Aku anak tunggal, sebetulnya orang-tuaku tidak setuju aku jadi tentara. Tetapi karena tekadku sudah bulat, beliau berdua akhirnya mau juga mengizinkan aku masuk akademi militer.

JEFFRY SANG ROOM BOY

Ketika aku sedang melakukan pendinginan di kamar hotel itu tiba-tiba bel di pintu berbunyi dan :

“Room service”,

terdengar suara bell boy di depan pintu. Semalam sebelumnya aku memang pesan agar makan pagi diantar ke kamar. Ini pasti room boy atau bell boy yang mau mengantar sarapan.

Aku mengambil salah satu dari tiga botol minyak wangiku yang ada di meja dan aku menyemprotkan sebanyak-banyaknya ke tubuhku. Sehingga seakan-akan aku baru mandi minyak wangi.Mau tidak mau kamar itu jadi semerbak bau parfum begitu juga tubuhku jadi harum sekali.Tanpa mencoba menutupi tubuhku yang hanya mengenakan kancut amat minim dengan pola “maximum exposure” [memperlihatkan bagian tubuh sebanyak-banyaknya] dan aku dalam keadaan bercucuran keringat – pintu aku buka!

Melihat aku hanya berkancut, nyaris telanjang, room boy yang berwajah ganteng itu tanpa ragu masuk ke kamar. Mungkin juga dia sudah terbiasa menghadapi tamu hotel yang nyaris telanjang bulat. Terutama turis-turis bule yang kalau berada di kamar mereka sering hanya berkancut saja atau bahkan benar-benar telanjang bulat :

“Permisi, Pak.” katanya,dia membawa nampan yang berisi makan pagi.

“Ditaruh di atas meja saja”, kataku.

“Baik,Pak” jawabnya.

Seperti umumnya para room boy dan satpam dihotel bintang-5 itu, room boy ini juga ganteng! Tubuh-nya tinggi, ramping tetapi dia berdada bidang dan bentuk tubuhnya atletis. Tampak dia berusaha untuk bersikap tidak memperhatikan tubuhku yang nyaris telanjang bulat itu.

Aku sengaja memilih hotel bintang-5 itu untuk tempat menginap karena di situ banyak room boy dan security officer [satpam] yang ganteng dan bertubuh kekar!

Aku lirik papan namanya : “Jeffry”.Namanya mirip Bang Jeffry seniorku diakademi militer yang jadi favoritku. Karena waktu itu Bang Jeffry adalah taruna senior yang paling tampan dan cerdas,juga terkenal sadis kepada taruna yunior. Aku paling suka cowok yang tampan, atletis, sadis dan juga suka menyiksa!Aku terangsang melihat kegantengan Jeffry dan juga tubuhnya yang atletis.

Aku tersenyum kepada Jeffry, dia tampak salah tingkah – tapi dia membalas dengan senyuman.Aku minta receipt[bill] untuk aku tanda tangani. Dia menyerahkan dengan sopan di atas nampan kecil tempat bill, beserta ball pointnya. Sebetulnya breakfast included dalam tarif hotel itu, tapi aku memesan makanan lain, karena itu aku harus membayar dan juga memberi tip kepada room boy!

Sambil menanda-tangani bill aku berpikir cepat. Apakah sebaiknya Jeffry aku cabuli atau tidak. Aku teringat satu peristiwa saat seorang menteri Indonesia[Joop Ave]dilaporkan mengganggu seorang room boy di New Zealand dan menjadi berita besar di media masa. Kalau Jeffry aku cabuli apakah nanti aku jadi berita besar? Aku perwira pasukan khusus yang mencabuli seorang room boy?

Tetapi setan terlanjur sudah mempengaruhi aku agar memanfaatkan “peluang emas” itu! Maka aku pun mulai bertindak.

Nampan kecil berisi bill aku letakkan di atas meja di dekat situ dan aku tarik tangan Jeffry – lalu dengan tubuhku yang penuh peluh dan nyaris telanjang bulat,tetapi harum mewangi bau parfum itu, aku peluk Jeffry dan aku pegang belakang kepalanya agar aku bisa melumat bibirnya yang merah merona, tapi ranum dan amat kelaki-lakian itu.Aku dan Jeffry hampir sama tinggi dan ukuran tubuh kami sepadan. Karena itu aku bisa leluasa menciuminya. Aku lepaskan kenyotan bibirku di atas bibirnya dan aku ciumi lehernya yang putih dan kekar. Agh! Nikmat!! Jeffry menyerah saja. Agaknya dia juga menikmati permainan romantis yang sejenis itu! Meskipun kemudian dia berkata :

“Pak Jangan….Nanti saya dipecat”, tapi aku tak perduli.Mulutnya yang sedang menyebutkan kata-kata dengan lirih itu aku sumpal lagi dengan lumatan bibirku!Agh!Nikmat rasanya melumat bibir lagi-laki yang tampan,jantan dan rupawan seperti Jeffry! “Kapan lagi,” pikirku!

Meskipun sempat mengatakan “jangan” tapi Jeffry tidak melawan, dia seperti pasrah saja. Karena itu aku makin menggila dan bernafsu! Aku “bawa” dia berbaring ketempat tidur single-bed itu.

Lalu aku lepaskan pakaiannya satu demi satu : rompi hitam dan baju putih seragam, lalu celana luar seragam warna hitam, sampai akhirnya dia hanya mengenakan kancut saja!Jeffry tampak amat jantan dengan dia hanya mengenakan kancut warna hitam. Kontras dengan warna kulitnya yang putih!

Pelahan aku pelorotkan kancutnya ke bawah sampai terlepas di arah kakinya melewati tungkainya yang berbulu halus : Indah!, dan terasa amat kelaki-lakian!

Setelah kancutnya dilepas maka tampaklah kontol, biji peler dan jembutya! Jeffry sudah telanjang bulat!Kontol Jeffry tampak besar,mulai menegang dengan latar belakang hamparan jembutnya yang lebat, hitam dan tumbuh luas! Jeffry cowok hebat dan lelaki sejati!Tampak amat sangat jantan!

Pasti Jeffry bukan orang Bali, karena kontolnya disunat ketat [high and tight]! Jantan dan indah seperti model gay di situs-situs cabul internet!

Jeffry punya tubuh yang bagus dengan lekukan otot yang indah, kulitya yang putih dan wajahnya yang belia serta tampan itu sangat rupawan dan merangsang dalam ketelanjanganya. Apalagi aku melihat bulu keteknya yang hitam, kontras dengan otot lengannya yang putih dan kekar itu, bagiku terasa amat merangsang!

Kontolku makin ngaceng dan terasa agak sakit karena kancutku sangat minim dan ketat. Tetapi kemudian kontolku yang menggembung itu terasa bertambah nikmat!Kancutku segera aku tanggalkan, sehingga kontolku makin terasa nikmat dan juga kencang, setelah bebas dari kungkungan kancut minim itu,kontolku bisa dengan leluasa mengacung ke atas bagaikan sebuah sangkur yang terhunus! Ta’i!

Jeffry terbaring terlentang, kedua tangannya di samping badannya,kontolnya yang mengacung itu seperti “terjatuh” di arah jembutnya.Lalu kontol Jeffry aku ambil dan aku main-mainkan! Aku elus elus bagian bawah kepala kontolnya bekas tempat frenulum yang tampak sudah dipotong waktu Jeffry disunat dulu! Kontol Jeffry aku gosok-gosok aku rangsang,lobang kencingnya yang basah oleh mazie [pre-cum]itu aku raba-raba dengan telapak tangan-ku. Jeffry menggelinjang, mungkin merasa nikmat dan perih sekaligus bercampur-baur karena lobang kencingnya tentu sensitif! Telapak tanganku jadi terasa licin dan lengket oleh mazie Jeffry!

Tanganku pun tak mau sia-sia, aku jelajahkan ke jembut,lalu kedua puting susunya aku main-main-kan, aku pelintir dan aku tekan-tekan. Nikmat sekali! Lobang pantatnya juga aku sodok-sodok dengan jari telunjukku.Tapi poros ususnya kosong tidak berisi ta’i! Lalu jemariku juga mengobok-ngobok kedua belah ketiaknya yang berambut dan terasa basah oleh keringat!

Jeffry menggeliat, dia tersenyum.Aku makin gemas dan kontol Jeffry Si Room Boy itu lalu aku kocok-kocok. Jeffry seperti menggumam: Hhhh Hhhh Hhhh, MMMPH MMMPH MMMPH! Mungkin marasa amat nikmat!

Tiba-tiba : CROOOOOOOOOT!CROOOOOOOOOT!CROO OOOOOT! CROOOOOOOOT!CROOOOOOOT!CROOOOO OOT!CROOOOOOOT!, pejuh Jeffry muncrat. Banyak sekali seakan tak akan pernah berhenti. Pejuhnya tercecer di perut dan jembutnya…..

JEFFRY AKU ENTOT

Melihat Jefry memancarkan pejuh, aku jadi merasa berhak juga mendapat kenikmatan. Karena itu aku berdiri dan dalam keadaan Jefrry masih berbaring terlentang dan nanar sehabis mengeluarkan pejuh, aku angkat kedua tungkainya dan aku lebarkan sehingga aku menampak lobang pantatnya. Lalu aku sodokkan kontolku yang sudah kencang,tegang,dan merah ungu berkilat-kilat kepalanya itu kedalam lobang pantat [bool] Jeffry !

Tanpa ampun aku sodokkan kontolku ke lobang pantat Jefrry. Jeffry seperti kaget mengejang, aku jadi makin tambah bernafsu dan aku hajarkan kontolku semakin jauh ke dalam lobang pantatnya, sehingga Jeffry tampak menyeringai kesakitan dan merintih :Aagh! Aagh! Terkaget-kaget setiap kali kontolku aku sodokkan ke lobang pantatnya yang sempit itu!Tapi aku tak peduli!Aku maju mundur-kan kontolku sambil terus merojok boolnya sampai akhirnya aku merasa sudah akan mencapai puncak syahwat!

Kontol Jeffry yang belum sepenuhnya layu itu tampak mengeras lagi dan kepala kontolnya mulai berkilat, sedangkan lobang kencingnya seakan menganga seperti mulut ikan. Mungkin juga dia terangsang lagi dan merasa nikmat karena kontol-ku merojok kelenjar prostatnya! Dengan tanganku, kontol Jeffry aku elus-elus dan aku kocok-kocok lagi. Jeffry menggeliat, kedua puting susunya tampak tegang melenting. Hal ini menunjukkan bahwa nafsu Jeffry sudah bangkit lagi! Jeffry melenguh lagi seperti kerbau : MMMMPH MMMMPH MMMMMPH!

“Siapa tahu pejuh Jeffry masih bisa muncrat lagi”,demikian pikirku!Aku terus mengocok kontol Jeffry dengan intens dan Jeffry menggeliat serta menggelinjang, pasti dia merasa teramat nikmat!

Tetapi aku tidak bisa menahan desakan pejuh di ujung lobang kencingku lagi, dan akhirnya : CROOOOOOT! CROOOOOT!CROOOOT!.Pejuh aku keluarkan di belahan pantat Jeffry…….!

Sambil memuncratkan pejuhku, aku tidak henti-hentinya mengocok kontol Jeffry dan ….beberapa detik setelah pejuhku muncrat, pejuh Jeffry juga muncrat untuk kedua kalinya : CROOOOOOOOOOOOOOT! CROOOOOOOOOOOOOOOOOOOT! CROOOOOOOOOOOOOOOOOOOOT! CROOOOOOOOOOOOOOOOOOOT! CROOOOOOOOOOOOOOOOOOOOT! Pejuh Jeffry berceceran di dada, perut dan juga jembutnya. Indah sekali! JANTAN!!!

Selesai melepaskan pejuh,aku berbaring disamping Jeffry sambil telanjang bulat.Aku pegang tangan-nya dan aku remas jemarinya. Aku mau menunjukkan bahwa aku sayang Jeffry. Lalu aku bangkit dan berjalan mengambil uang US $ 100,- dari dompetku. Aku selipkan di jemari Jeffry yang juga kekar dan hangat itu.Lalu aku bisikkan ke telinganya :

“Aku sayang Jeffry”

Aku masuk kamar mandi untuk mandi junub dan membersihkan badan.Waktu aku keluar kamar mandi, Jeffry sudah berlalu! Jeffry sempat merapikan tempat tidur yang berantakan akibat jadi tempat main cabul tadi!

Rupanya Jeffry membersihkan pejuhnya yang tadi berceceran di badannya dengan tissue. Di tempat sampah yang sebelumnya kosong,aku lihat tumpukan kertas tissue yang tampak basah dan penuh dengan lelehan pejuh!

ANTICLIMAX

Aku makan pagi sendirian dengan lahap,karena aku lapar, barusan olahraga yang intens dan main sex dengan cara mencabuli Jeffry! Aku mulai sadar lagi bahwa adalah aku seorang perwira pasukan elite!

Tiba-tiba aku teringat peristiwa New Zealand! Bagaimana kalau Jefrry mengadukan perbuatanku? Mukaku mau ditaruh dimana? Karena itu aku cepat-cepat makan dan berkemas! Setelah itu aku cepat-cepat check out, membayar kamar, lalu aku kabur dari hotel bintang-5 itu, mencari hotel bintang-5 lain!

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s