Perwira muda yang ganteng

BANG ZEIN, PELATIH TENISKU

 

Bang Zein adalah pelatih tenisku. Aku langganan dan jadi member dari fasilitas olah-raga suatu hotel di Denpasar.Meskipun basisku di Dili,Timor Timur,tapi aku teramat sering ke Denpasar. Tentu saja dengan “good reason” [alasan yang tepat].Apa lagi?Kalau bukan “mau mengurus kantor penghubung di Denpasar?”.

Membuka “kantor penghubung” di Denpasar memang akal-akalanku sendiri. Sebagai “Representative” atau Kepala Perwakilan suatu badan PBB [United Nations], aku memang bisa berbuat apa saja. Juga termasuk membuka kantor penghubung. Alasanku sederhana saja,yaitu di Dili tidak ada fasilitas umum yang memadai,karena itu perlu dibuka suatu “kantor cabang” [branch, chapter] atau “kantor penghubung” di Denpasar.Mengapa tidak di Darwin, Australia?Jawabku,terlalu jauh dan terlalu mahal. Harga-harga di Australia memang lebih mahal jika dibandingkan dengan harga-harga di Bali! Sebutan atau nomenklaturnyapun disebut:kantor penghubung, bukan kantor cabang,karena tidak mungkin membuka cabang di Indonesia[Denpasar],sementara pusatnya di Timor Leste [Dili], bukan?

Sebetulnya tak ada alasan apapun juga yang masuk akal untuk membuka kantor penghubung di Denpasar. Tapi seperti juga semua pejabat badan PBB yang goblok,pejabat-pejabat badan PBB tempatku kerja juga tidak kalah gobloknya. Itulah pula sebabnya usulanku membuka kantor penghubung di Denpasar, disetujui oleh kantor pusat kami di New York. Karena aku sering ke Denpasar dan sering fitness di berbagai fitness center dan juga kadang-kadang main tenis, maka aku punya banyak kenalan orang Indonesia. Banyak di antara teman-temanku yang orang Indonesia itu yang dikenalkan padaku oleh Bang Zein,pelatih tenisku itu!Aku suka Bang Zein, karena dia tampan dan tubuhnya berotot ketat.Tak kalah dengan tubuh mantan pelatihku di Jakarta Bang Das [Dasrizal] yang rajin mencukur bulu-bulu keteknya.Sayangya,aku belum pernah berkesempatan menikmati tubuh, kontol, atau pejuh Bang Zein!

Meskipun kontolku sering ngaceng juga jika sedang berada dekat-dekat Bang Zein yang berwajah tampan dan bertubuh bagus itu! Aku selalu berharap agar pada saatnya nanti aku akan dapat menikmati tubuh Bang Zein.Syukur-syukur bukan hanya tubuhnya tapi juga : pejuh [air mani], iduh [air ludah], dan uyuhnya [air kencing].

 

BANG ADHI, SANG PERWIRA MILITER

 

Teman-temanku orang Indonesia di antaranya ada yang perwira militer. Salah satunya adalah Bang Adhi [Adhidarma]. Aku ikut-ikutan memanggilnya Bang Adhi seperti para perwira yunior memanggil-nya. Kata mereka, itu cara memanggil kakak kelas atau senior di akademi militer.Ada yang dipanggil “Bang” ada yang dipanggil “Mas”, tergantung asal daerah si senior, dari Pulau Jawa atau dari luar Pulau Jawa.

Terus terang, aku memang terpikat pada Bang Adhi, karena ketampanannya. Wajahnya tampan, tubuhnya atletis ketat berotot. Lengannya bagus, indah! Pendeknya, penampilan Bang Adhi dapat diungkapkan dengan tiga kata : “tampan, jantan, menawan”.

Aku menilai Bang Adhi adalah lelaki sempurna. Tak ada kekurangan apa pun dalam dirinya. Baik dari sikap,penampilan, atau pun kata-katanya. Kadang-kadang aku menyayangkan, mengapa Bang Adhi jadi tentara.Bukan jadi eksekutif, businessman, model, atau diplomat. Tak heran jika aku jatuh hati pada -nya dan akhirnya toh aku jadi tergila-gila pada Bang Adhi!

Usia Bang Adhi mungkin sekitar tiga-puluh tahun, meski wajahnya memancarkan gambaran usia yang lebih muda dari itu. Abangku itu awet muda!

Karena aku punya banyak “persamaan” dengan Bang Adhi, maka aku merasa cocok dengan dia. Katanya, waktu kecil,Bang Adhi pernah tinggal di Selandia Baru [New Zealand].Mungkin ayahnya diplomat atau businessman atau kuliah disana aku tak mau tanya. Gegsi, tanya-tanya soal pribadinya. Aku memang sering berlagak jantan, menutup-nutupi sikap dan gaya kehomoanku! Tanya-tanya soal-soal kecil ada lah sikap lelaki homosex, bukan sikap laki-laki jantan. Begitu kata orang! Tentu saja preoccupancy-ku pada Bang Adhi telah membuat aku menyalahgunakan wewenangku sebagai Representative atau Kepala Perwakilan dari suatu Badan PBB di Dili, Timor Leste [abusing power].

Karena aku ingin dapat sering-sering jumpa Bang Adhi, aku terpaksa harus sering-sering ke Bali [Denpasar],ke Kantor Penghubung di Denpasar. Itu lah yang aku jadikan alasan untuk sering-sering ke Denpasar.

Untunglah staf yang bekerja di kantorku di Dili, seperti juga semua orang yang bekerja di badan PBB, umumnya orang-bodoh dan orang-orang yang tidak peduli dengan pekerjaan pokoknya. Jadi, mereka juga tak peduli dan tak urusan apakah aku ada di Dili atau tidak.Yang penting mereka bisa terima gaji setiap bulannya yang berkisar antara US $ 2000,- sampai US $ 10.000,- sebulannya, ter-gantung “pangkat” mereka.”Pangkat” di badan PBB diberi kode: “SG”, “D”, “P”, “G”, dan entah apa lagi!

Banyak juga di antara mereka[khususnya staf yang orang Timor Leste] yang lebih suka melakukan travel ke distrik-distrik. Maksudnya agar mereka bisa menambah penghasilan mereka[yang sudah besar itu] dengan uang jalan [lumpsum].Aku sengaja tak mau melarang mereka. Sebab, jika ada orang asing yang “mengganggu kesenangan” orang Timor, biasa- nya akan diusir[persona non grata],melalui kantor pemerintah yang terkait.Itulah sebabnya aku telah berkali-kali mengatakan dalam artikelku di situs MOTNES ini bahwa kantor-kantor PBB maupun kantor organisasi internasional lainnya yang beroperasi di Timor Leste:SEMUANYA TIDAK ADA GUNANYA! Sebab, mereka tidak melakukan apa pun juga, selain hanya membayar atau menggaji orang Timor Leste serta orang asing saja tanpa melakukan apapun yang bisa bermanfaat bagi rakyat Timor Leste yang masih bodoh, miskin, dan tertinggal itu.Bahkan, orang Timor Leste yang bekerja di badan-badan PBB pun semuanya orang Porto atau mixed-blood,bukan yang penduduk asli. Penduduk asli, paling banyak jadi supir saja [driver], petugas cleaning service, atau Satpam. Setiap kali aku berada di Denpasar aku menyesuai-kan jadwal kegiatanku dengan kegiatan Bang Adhi, khususnya kegiatan olah-raganya, seperti: tenis, renang, karate. Ada juga kegiatan-kegiatan Bang Adhi yang aku tidak bisa ikut, karena bersifat militer atau melibatkan atasannya [komandan]! Bagaimana pun juga dekatnya aku dengan Bang Adhi, aku adalah orang asing!

Aku berasal dari Singapura dengan latar belakang etnik : Cina, Melayu dan Spanyol, tetapi aku ber-kewarganegaraan Australia.Meskipun aku sudah ter-biasa bicara Bahasa Melayu di Singapura, tetapi untuk bahasa Indonesia aku masih harus belajar. Aku juga tidak paham istilah-istilah sex dalam bahasa Indonesia, seperti : kontol, biji peler, pejuh, jembut, bulu-ketek, ngaceng, ngentot dsb.

Tampangku bernuansa bule [Eurasia,Indo],walaupun tidak bule-bule amat.Rambutku hitam,tidak pirang dan kulitku putih-bersih meskipun tidak bule macam kulit orang Nordic [Scandinavia]. Kulitku yang putih aku dapatkan dari nenek-moyangku yang orang Spanyol. Artikel-artikelku untuk situs MOTNES aku tulis dalam bahasa Inggris yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh seorang temanku orang Timor Leste – yang pernah kuliah di Yogya.

 

KEINDAHAN TUBUH DAN KONTOL BANG ADHI

Karena aku sering latihan renang bareng Bang Adhi, maka mau tak mau[sebagai sesama laki-laki], aku jadi sering menampak ketelanjangan tubuh Bang Adhi.Antara lain waktu kami membilas badan sesudah renang,maupun waktu kami melepas kancut renang kami yang basah di kamar ganti. Semua itu menjadi saat-saat yang paling indah dalam hidup-ku!Mendapat kepercayaan untuk diizinkan menyaksi-kan ketelanjangan seorang lelaki yang aku puja merupakan kehormatan yang besar yang tidak ada taranya bagiku! Itulah sebabnya aku jadi hafal semua bagian tubuh Bang Adhi!Mungkin hanya lobang pantatnya [bo’ol,silit] saja yang belum pernah aku lihat!

Tubuh Bang Adhi indah sempurna.Tidak ada segumpal lemak pun di tubuhnya yang putih bersih. Dada- nya menonjol kedepan dengan sepasang puting susu yang tegang-melenting,amat menggoda!Perutnya rata tetapi dihiasi lekukan otot-otot yang membentuk sixpacks.Kontolnya besar,mulus,dan disunat ketat.

Bentuk kontol Bang Adhi besar dan indah, hampir sebesar ukuran kontol kuda [tidak kalah besarnya dengan ukuran kontol pengusaha RG[Ricardo Gelael] yang terkenal gede itu. Diameter kontolnya amat memukau,kepala kontolnya besar dan jantan,lobang kencingnya menganga dan pola sunatannya “high and tight”. Semua itu masih ditingkah oleh sepasang biji-peler yang membulat dan tergantung di bawah kontolnya yang perkasa dengan ukuran yang serasi [proporsional] dengan ukuran kontolnya yang besar itu!Jembutnya yang hitam lebat,melatar-belakangi kontolnya yang terkesan amat sangat jantan itu.

Setiap kali terpandang olehku kontol Bang Adhi, maka aku pun berbisik tanpa sadar dan mengucap-kan kata : “KONTOL!”.

Lengan atasnya besar,indah,berotot.Jika mengena-kan T-shirt, maka terkesan lengan-bajunya sesak [kekecilan] oleh besarnya ukuran lengannya!Jika Bang Adhi sedang telanjang-dada atau mengenakan baju kaos model singlet,maka jika dia mengangkat lengannya ke atas, tampaklah bulu keteknya yang lebat tetapi tumbuh indah, serta menyempurnakan penampilannya yang jantan, kelaki-lakian, serta dewasa sempurna itu! Ta’i!

Jika aku sedang berada berduaan dengan Bang Adhi di kamar ganti kolam renang, terkadang Bang Adhi menyempatkan untuk mengeringkan tubuhnya yang basah itu bertelanjang bulat! Maka jadilah saat itu merupakan saat yang terindah dalam hidupku! Di saat itulah aku merasa seakan-akan Bang Adhi adalah seorang bidadara yang turun dari Surga Darussalam [bidadara = bidadari pria]!

Aku yakin,jika suatu saat Bang Adhi menikah, maka pastilah isterinya akan jadi wanita yang paling bahagia di dunia.Terutama saat nonoknya disodok [dientot] oleh kontol Bang Adhi yang besar itu!

Mungkin mula-mula isterinya itu merasa agak sakit sewaktu selaput-dara-nya sobek!Tetapi setelah itu pastilah dia akan merasakan kenikmatan surgawi luar-biasa – bagaikan nyawanya moksa ke nirwana, sukmanya mencapai kesunyataan mulia, dan menjadi Boddisatwa!Terutama sewaktu Bang Adhi memompakan kontol besarnya itu maju-mundur, maju-mundur….! AAAAGH! Nikmattt!Siapakah wanita yang kelak akan amat beruntung jadi isteri Bang Adhi dan akan merasakan nikmatnya dientot oleh perwira yang tampan, jantan, dan menawan, itu? Saat aku masih sering berjumpa dan bergaul dengan Bang Adhi dia belum menikah! Setiap kali aku dan Bang Adhi barusan main tenis atau oleh-raga yang banyak mengeluarkan keringat, aku sering mencoba mengendus-ngendus,kalau-kalau tercium bau keringat atau bau ketek Bang Adhi. Tapi aku tak pernah mencium bau yang tidak sedap dari tubuh Bang Adhi.Yang tercium olehku justru selalu bau harum dan segar parfum atau deodoran-nya.

 

BERKUNJUNG KE RUMAH BANG ADHI

 

Meskipun aku orang asing, tetapi agaknya tak ada masalah bagi Bang Adhi yang perwira militer itu untuk bergaul denganku. Aku bahkan diajak untuk main dirumah dinasnya.Bang Adhi tinggal sendirian di rumah dinas yang terletak di komplex kesatuan militernya.Rumah tangganya diurus oleh kesatuan tempat dia bertugas.Karena Bang Adhi adalah salah seorang perwira pejabat teras di kesatuan militer itu.

Biasanya aku mampir di rumah Bang Adhi sewaktu week end [hari Sabtu atau Minggu], sesudah kami latihan renang atau latihan karate.Tidak banyak kegiatan yang kami lakukan di rumah Bang Adhi.

Karena barusan olah-raga, maka yang kami lakukan di rumah Bang Adhi adalah mandi [shower] dan kami lakukan bareng saja,karena kami berdua laki-laki!

Bagi Bang Adhi mandi bareng sesama laki-laki “is not a big deal”. Tapi bagiku mandi bareng lelaki indah seperti Bang Adhi adalah bagaikan naik ke Surga Darussalam [Jannah].

Suatu kali, ketika aku sedang berada di rumah Bang Adhi, dia mengeluh tubuhnya pegal-pegal :

“Mungkin minggu ini aku terlalu banyak olahraga”, kata Bang Adhi.

Karena aku sayang Bang Adhi, maka aku menawarkan untuk memijat tubuhnya. Di Australia aku pernah kursus massage dan aku punya sertifikat massage. Bang Adhi setuju dan akupun memijat tubuhnya.Aku minta Bang Adhi melepaskan seluruh penutup tubuh-nya sampai dia telanjang bulat.

Sebagai perwira militer tamatan akademi militer, tidak ada masalah bagi Bang Adhi untuk telanjang bulat dihadapan sesama laki-laki.Dia memang sudah terlatih untuk itu! Bahkan pada minggu pertama, ketika baru masuk akademi militer memang semua kadet baru [taruna] diharuskan telanjang bulat, selama tujuh hari. Agar mereka menyadari kelaki-lakiannya dan untuk meningkatkan rasa PD[percaya diri.Selama masa pendidikan,seluruh kadet[taruna] juga diharuskan untuk tidur-malam dalam keadaan telanjang bulat. Begitu juga latihan renang dan corvee [kerja bakti atau kerja lapangan] selalu dilakukan dalam keadaan telanjang bulat.

Sewaktu memijat [massage] Bnag Adhi,aku sekalian memberikan terapi accupressure yang membangkit-kan gairah sexualnya. Dengan beberapa tekanan di titik-titik tertentu di tubuhnya! Maka saat itu Bang Adhi jadi merasa bergairah.Tubuhnya serasa mengejang,kontolnya ngaceng,jantungnya berdebar-debar, nafasnya memburu,dia jadi ingin sekali mau mengeluarkan pejuhnya. Maksud pemberian terapi accupressure di titik-titik tertentu memang untuk membangkitkan gairah sexual [nafsu syahwat] dan dengan pemberian terapi seperti itu maka gairah sexual dapat dirasakan selama satu minggu sampai satu bulan. Terapi itu biasanya diberikan pada laki-laki penganten baru atau lelaki yang sudah mulai menurun gairah sexualnya.

Terapi accupressure seperti itu juga akan memacu produksi pejuh di dalam biji-peler,sehingga mutu dan volume pejuh meningkat dan pejuh jadi lebih kental. Rasanya pun lebih nikmat jika ditelan!

Bang Adhi terlentang setengah duduk, punggungnya disangga dua bantal.Kedua tangannya terangkat ke atas sehingga aku menampak bulu keteknya yang lebat dan jantan. Aku lihat kedua puting susunya sudah tegang melenting. Kontolnya yang dari tadi sudah tegang,tampak makin menegang.Kepala kontol-nya [glans penis] tampak sudah membulat.Itu tanda bahwa Bang Adhi saat itu sudah hampir mencapai puncak syahwat! Tubuhnya membasah berkilat oleh keringat yang membanjir. Akhirnya, Bang Adhi pun menyerah dan dengan lirih dia memohon :

“Isepin dong”, suaranya lirih tapi penuh harapan dan amat memohon! Aku jadi tidak tega melihat “penderitaan” Bang Adhi!

Maka aku pun segera bertindak.Aku yang dari tadi duduk di tempat tidur,saat itu aku geser sebuah kursi dan duduk di samping tempat tidur.Lalu aku menundukkan kepalaku dan mulai menjilati kontol perwira muda yang tampan,jantan dan menawan itu!

Sekali-sekali aku juga mengelus dan meraba-raba puting susu, ketiak, punggung, dan pinggangnya. Semuanya itu memberi sensasi nikmat yang membuat Bang Adhi jadi menggelinjang dan menyodok-nyodok-kan kontolnya kedalam mulutku.Aku mulai mengulum kontolnya bagai es lilin dan kelihatannya Bang Adhi tidak mampu lagi mempertahankan kenikmatan yang ada di kontol dan otaknya dan setengah detik kemudian : CROOOOOOOOOOOOOOOT! CROOOOOOOOOOOOOOT! CROOOOOOOOOOOOOOOOT! CROOOOOOOOOOOOOOOOT! Pejuh perwiranya muncrat tidak tertahankan lagi!Banyak terasa nikmat dan lampias. Semua pejuh Bang Adhi yang keluar aku hirup dan kujilat sampai bersih, sampai kering!Termasuk pejuhnya yang masih terus saja meleleh-leleh dari lobang kencingnya sampai hampir sepuluh menit kemudian! EPILOG

 

Sejak kejadian itu Bang Adhi sering meminta aku untuk memijatnya [massage].Aku selalu memberikan pijat komplit dengan accupressure.Sesi pijat itu selalu diakhiri dengan permintaan Bang Adhi agar aku mengisap kontolnya sampai pejuhnya muncrat!

Kesempatan itu juga aku gunakan untuk meminum pejuhnya yang ledzat, jantan dan kelaki-lakian itu! Aku merasa beruntung dapat minum pejuh Bang Adhi secara berkala [periodik]!

Bagiku tak masalah, jika aku harus memijat tubuh dan mengisap kontol Bang Adhi!Kalau bisa berbuat baik untuk orang lain,mengapa tidak?Apa salahnya, bukan? Why not?!It’s an honor and a pleasure!Itu suatu kehormatan dan kebahagiaan bagiku – untuk menolong seorang perwira hebat seperti Bang Adhi!

Bang Adhi bukan homosex, dia laki-laki straight. Tapi justru akulah yang “nakal” memberikan terapi accupressure, sehingga dia jadi blingsatan minta diisap kontolnya akibat gairah sexualnya [nafsu syahwat]meningkat dan menggebu-gebu!Aku bersyukur bahwa aku sempat belajar massage dan sekalian belajar accupressure di Australia, sehingga aku dapat membahagiakan Bang Adhi,perwira muda yang teramat sangat aku cintai itu! Ta’i!

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s