Pak Iskandar part 2

Sambungan dari bagian 01

“Harus dipancing dulu, biar bangkit. Baru..,” lanjutnya sambil mulai memegang miliknya lagi.
Aku menelan ludah, “Dipancing pake apa Pak?”
“Apa saja. Yang penting bisa bikin merangsang. Ha..ha..” tawanya terdengar agak canggung.
Jangan-jangan ia mulai nervous dengan perkembangan suasana yang tampaknya makin mengarah ini. Aku sendiri juga agak nervous dengan situasi ini. Tapi kulihat tangan Pak Is masih berada di bagian depan sarungnya, dan sesekali tanpa sadar mengelus-elus daerah itu.

“Coba..,” aku nekat memberanikan diri mencoba mengulurkan tanganku untuk ikut memegang miliknya. Continue reading

  • Calendar

    • December 2018
      M T W T F S S
      « Mar    
       12
      3456789
      10111213141516
      17181920212223
      24252627282930
      31  
  • Search